Tips Budidaya Tanaman Cabai ala Rumah Bio Indonesia

20
Feb 2023
Kategori : Article
Penulis : admin
Dilihat :165x

Tanaman Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang sangat baik untuk dikembangkan sebagai tanaman utama karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi selain itu dilihat dari kandungan gizi dan manfaat yang dimilki cabai, maka cabai juga penting dikonsumsi oleh manusia. Sebagai bumbu, cabai digunakan sebagai penguat rasa makanan, cabai bahkan dianggap sebagai bahan makanan pokok. Oleh karena itu pembudidayaan tanaman cabai harus diperhatikan agar produksi tanaman cabai meningkat dari tahun ketahun.

Tanaman cabai merah dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, air tersedia selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman namun banyaknya masalah seperti pemilihan varietas cabai yang perlu dipertimbangkan (kesesuaian, permintaan pasar), serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pemilihan benih yang baik dan sehat agar dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi secara maksimal.

Untuk menghindari timbulnya berbagai masalah dalam budidaya cabai merah, terutama terhadap keamanan produk dan lingkungan, perlu dilakukan usaha budidaya cabai merah secara benar. Dengan Langkah yang dilakukan secara benar diharapkan usaha budidaya cabai merah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan produknya aman untuk konsumsi.

Tata cara budidaya tanaman cabai yang efektif:

  1. Persemaian
  2. Siapkan benih yang sehat, dengan varietas yang unggul, bersertifikat, serta tahan terhadap hama dan penyakit
  3. Media persemaian tanaman. Gunakan media tanah + pupuk organik remah (KOHE) + sekam 1:1:1. Penggunaan pupuk organik BioPot dan BioHyt bisa dicampurkan dengan TRICHOTEC (5 gram/1 liter air) bertujuan untuk menghindari tanaman dari jamur.
  4. Persemaian benih. Benih di rendam dengan TRICHOTEC selama 1- 4 jam dengan konsentrasi 5gr/liter (dapat disesuaikan dengan jumlah benih). Persemaian sebaiknya disimpan di green house atau disungkup dengan plastik bening.
  5. Penanaman benih. Benih dimasukkan ke dalam pot tray yang sudah diisi media tanam dan pada 14 hari (muncul 2 daun) lakukan pembumbunan. Media semai sebelumnya dilembabkan dengan cara disiram dengan campuran DINAMIC 3.

Campuran DINAMIC 3:

  • Bio Hyt 5 ml
  • Bio Pot 5 gr
  • Trichotec 5 gr
  • Air 1 liter
  • Pemeliharaan semaian. Dilakukan penyiraman DINAMIC 3 minimal 2x seminggu untuk tanaman yang teridentifikasi fusarium. Penyiraman dilakukan setiap pagi ataupun sore hari.
  • Persiapan pindah tanam. Dilakukan pada tanaman berusia 3-4 minggu.

  • Persiapan lahan
  • Pembukaan dan pembersihan lahan
  • Pembuatan bedengan/garitan. Penggemburan lahan dilakukan 2-3 hari sebelum penanaman. Kriteria bedengan:

Tinggi bedengan : 30 cm

Panjang bedengan : 20 m

Lebar bedengan :1,2 m

Jarak antar bedengan : 50 cm

Arah bedengan sebisa mungkin searah garis kontur untuk menghindari erosi.

  • Pemberian pupuk dasar. Kompos kohe direkomendasikan 50 ton per ha (100 kg per bedengan). Semprotkan larutan BEVTEK hingga lembab untuk mencegah munculnya larva-larva serangga hama.
  • Pemasangan mulsa
  • Pembuatan lubang tanam. Jarak tanam 60 x 60 cm

  • Pindah tanam/penanaman (fase vegetatif)
  • Pindah tanam dan penyiraman
  • Menunggal sedalam ± 5 cm
  • Penanaman dilakukan pagi  atau sore hari
  • Batang harus tegak lurus
  • Lakukan penyiraman DYNAMIC 3 (BIO HYT, TRICHOTEC & BIO POT) masing-masing dilarutkan (5 gr/L)

  • Pemeliharaan
  • Penyiraman. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari (menyesuaikan intensitas dan frekuensi hujan aktual)
  • Penyiangan gulma
  • Pemupukan. Menggunakan DYNAMIC 3 (BIO HYT, TRICHOTEC & BIO POT) masing-masing dilarutkan (5 gr/L) sebanyak 2x dalam seminggu
  • Pencegahan & pengendalian OPT.
  • pemasangan Likat Kuning dengan jarak 17 m antar Likat Kuning untuk pencegahan OPT seperti Thrips, Kutu Daun, Belalang, Kumbang dll. Dilakukan pemasangan pada ajir dan dipasang 12 cm diatas tajuk tanaman.
  • pemasangan FEROKOP 90 BB pada saat pembungaan untuk mencegah populasi hama lalat buah.
  • Penggunaan BEVTEK untuk pengendalian insektisida. Diaplikasikan tergantung pada tingkat serangan hama ± 1-2x seminggu.
  • Perempelan. Membuang daun, bunga dan bagian tanaman lain yang rusak atau terkena Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
  • Pemanenan. Dilakukan pada saat warna merah pada cabai mencapai 80%

itulah informasi mengenai budidaya tanaman cabai yang bisa kita aplikasikan ke tanaman budidaya kita. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba 😊

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar