MENGAPA FERO LANAS?

15
Mei 2024
Kategori : Article
Penulis : admin
Dilihat :30x

Tanaman Ubi jalar, atau ketela rambat merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan kita. Beberapa varian keluarga ubi jalar yang popular di Indonesia adalah Ubi cilembu, Ubi Ungu, Ubi Merah, Ubi Putih, Ubi Kuning. Ubi jalar tumbuh baik pada daerah tropis seperti Indonesia. Ubi jalar dapat di tanaman dengan metode membenamkan 2/3 stek batang ke dalam tanah. Pada awal pertumbuhan dari ubi jalar ini harus menjaga kelembaban dari tanah sebagai media tanamnya. Pemupukan menjadi hal yang harus diperhatikan agar pembentukan umbi dapat terbentuk secara maksimal.

Namun untuk mendapatkan produksi yang maksimal, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan selain bibit, perawatan tanaman, pemupukan yaitu adalah penangana hama pada ubi jalar. Hama yang sering menyerang ubi jalar diantaranya Cylas foricarius atau biasa disebut dengan hama boleng.  Hama ini menjadi ancaman bagi tanaman ubi jalar sejak dalam pembentukan umbi hingga nanti umbi-umbi ini di tempat penyimpanan.

Serangan hama boleng dapat menyebabkan ubi terasa pahit dan berbau tidak sedap, berlubang hingga umbi tidak layak untuk di konsumsi.  Serangan dalam jumlah besar tentu saja akan menyebabkan kerusakan hasil panen.

MENGAPA FERO LANAS ?

Fero lanas merupakan feromon pengendali hama boleng pada tanaman ubi, dengan sistem penangkapan secara massal, mudah digunakan dan sudah di desain khusus feromon beserta perangkap untuk hama penggerek ubi jalar. Anda tidak lagi perlu repot untuk melakukan penyemprotan pestisida yang dimana penyemprotan pestisida ini memiliki kendala tidak tepat sasaran karena hama penggerek umbi berada didalam tanah atau bahkan sudah bersarang di umbi.

Testimoni fero lanas 😊

Feromon ini dapat bertahan 2,5 bulan sejak awal digunakan. Penggunaan feromon ini juga aman dan ramah lingkungan. Dengan pemasangan fero lanas di lahan ubi akan meningkatkan hasil kualitas dan kuantitas produksi ubi jalar tanpa harus takut ubi jalar anda terserang hama boleng.

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar